Smartphone Bikin Anak Muda Terhambat Secara Emosional?

Anak-anak menggunakan smartphone.
TEHNOgrafi - Berkomunikasi lewat smarphone, memang telah menjadi gaya hidup anak-anak jaman sekarang. Banyak aplikasi perpesanan yang mempermudah dalam berkomunikasi, apalagi ditambah dengan emoticon yang menarik dan mudah untuk digunakan.

Namun apakah hal tersebut berbahaya? Hal itu bisa saja, apalagi emoticon yang ada di dalam aplikasi perpesanan sangat banyak sekali ragamnya, sehingga dengan bebas anak-anak menggunakannya di dalam pesan yang mereka kirimkan kepada temannya.

Tetapi secara kenyataannya, hal itu justru merugikan anak-anak itu sendiri. Pasalnya, mereka lebih sulit untuk membedakan emosi yang ada di dunia nyata. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Anak-anak yang menggunakan fasilitas smartphone lebih dari lima jam dalam satu hari, akan lebih sulit untuk belajar dan membedakan emosi dari orang lain saat berinteraksi, hal ini akan menghambat mereka dalam belajar untuk mengekspresikan diri mereka sendiri.

Penemuan ini terlihat ketika dilakukan penelitian terhadap anak-anak dengan rentang umur antara 11 hingga 12 tahun, yang menggunakan smartphone lebih dari lima jam dalam satu hari.

"Banyak masyarakat yang melihat dari sisi manfaatnya saja dari media digital, dan tidak memperhatikan akibat yang akan ditimbulkannya. Mereka akan kehilangan kemampuan untuk mengerti emosi dari orang lain," ucap Profesor Patricia Greenfield, dari media center digital untuk anak-anak yang kami kutip dari Mail Online.

Jadi, lebih baik jika Anda memiliki anak-anak di usia tersebut, alangkah baiknya membatasi penggunaan gadget, dan biasakan anak-anak untuk berinteraksi dengan usia sebayanya, sehingga emosional mereka akan berkembang lebih baik lagi, dan lebih peduli. Apalagi kita sebagai manusia, yang diciptakan sebagai mahluk sosial harus bisa bersosialiasi.

1 comment

:v MasyaAllah
Blog Walking Sob=> BoboiboyFromSpenza.blogspot.com

Balas

Berkomentarlah yang baik dan membangun