Cara Aneh untuk Mendapatkan Wi-Fi Gratis

Alat untuk mengakses Wi-Fi.
TEHNOgrafi - Saat ini fasilitas Wi-Fi sudah banyak ditemukan di mana-mana, mulai dari perkantoran, pusat perbalanjaan, hingga tempat makan. Wi-Fi juga ada yang berbayar, dan ada juga yang diberikan cuma-cuma alias gratis.

Tetapi, biasanya untuk mendapatkan akses gratis Wi-Fi ini tidak begitu saja kita menyambungkan koneksi. Terdapat persyaratan khusus, yang biasanya harus disetujui netizen guna mendapatkan fasilitas ini.

Seperti yang terjadi di salah satu mal di kota London, di mana perusahaan keamanan, F-Secure mencoba melakukan penelitian, seberapa antusias netizen di sana untuk mendapatkan akses ke Wi-Fi gratis, dengan membuat sebuah "klausul Herod", di mana di situ ada sebuah persetujuan untuk "membuang" anak pertama, namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai klausul tersebut.

Dan anehnya, sekitar enam orang setuju untuk mendapatkan akses Wi-Fi gratis dengan persetujuan tersebut. Dan di pusat London lebih banyak lagi, di mana dalam setengah jam, sekitar 250 perangkat, mulai dari smartphone, laptop, dan tablet terhubung ke jaringan Wi-Fi gratis dari F-Secure.

Selain itu, mereka juga setuju perusahaan keamanan tersebut boleh mengakses ke akun pribadinya, dengan mengetahui setiap username dan password pribadi yang seharusnya dirahasiakan.

Hal ini juga bisa saja terjadi kepada netizen di Indonesia, yang ingiin mengakses Wi-Fi gratis. Jadi waspada dan teliti setiap kali kita mengakses Wi-Fi gratis, terutama jika fasilitas tersebut dilakukan di area publik. (Mirror)

13 comments

maksudnya ada kata "membuang anak pertama" apa ni?

Balas

iya gan, gak ada kelanjutannya dari kalimat ini ya?

Balas

Waw.. ada-ada aja nih... namun di tempat tertentu cara tersebut sangat pas bila dipakai .. Kijang Kapsul Bekas

Balas

Yang dimaksud disitu bukan "membuang anak pertama".
Tapi lebih tepat jika diartikan "memberikan data-data tentang anak pertama-nya". Untuk bisa mengakses wifi secara gratis.
Coba deh baca lagi versi aslinya yang dalam bahasa inggris.
"An experiment showcasing the dangers of free public Wi-Fi got a number of people to sign over their first-born child in order to surf the web".

Balas

Hati hati.... dunia skr sdh mulso edan...

Balas

HAcker berkeliaran http://fitrarahim.blogspot.com/2015/02/penyebab-batu-cincin-cepat-ngetren.html

Balas

Bukan begitu gan, yg betul adalah sesuai isi artikel yaitu bersedia mengorbankan anak pertamanya utk dibunuh. Ini karena sebelumnya sudah dijelaskan kalau itu meniru klausul Herod. Raja Herod/Herodotus adalah boneka Romawi utk wilayah Yudea pd sekitar menjelang awal Masehi. Dia pernah mengeluarkan perintah kepada warganya menyerahkan anak laki2 yg sulung utk dikorbankan/dibunuh, karena saat itu tersebar berita dari kaum Farisi bahwa akan lahir seorang anak sulung yg kelak akan menjadi Messiah dan akan mengakhiri kekuasaannya. Tapi Herod tidak mengetahui bahwa Messiah yg dimaksud sudah lahir (Isa AS) dan saat itu sedang berada di Mesir.
Jadi maksud artikel diatas adalah utk menunjukkan betapa obsesifnya beberapa orang, bahkan siap utk mengorbankan anak sulungnya demi WiFi gratis..

Balas

manusia secara tidak sadar sudah menjadi korban teknologi
http://www.healthcarecasa.com/

Balas

Luar biasa, tapi membingungkan, ada-ada saja.

Balas

Berkomentarlah yang baik dan membangun