Isi Baterai Smartphone Kini Bisa dalam Dua Menit

Mengisi baterai smartphone.
TEHNOgrafi - Baterai merupakan komponen utama sebuah gadget, baik itu smartphone, tablet, laptop, hingga mobil elektrik. Tetapi kemampuan baterai tidak berkembang pesat,seperti teknologi gadget dan aplikasi lainnya.

Biasanya, sebuah gadget membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk terisi penuh, dan itu bukan waktu yang sebentar bagi mereka yang mempunyai kesibukan di dunia kerja. Bahkan tidak sedikit yang mencabut baterai saat belum terisi penuh.

Bahan yang digunakan untuk membuat baterai saat ini adalah lithium-ion, yang mana siklusnya akan terus menerus turun seiring pemakaian sebanyak 500 isi ulang, yang setara dengan 2-3 tahun pemakaian.

Tentunya hal ini sangat boros sekali, dan membuat banyak permasalahan baru, yaitu sampah yang dihasilkan cukup berbahaya. Tetapi, kini tim dari NTU (pengembang baterai) yang dipimpin oleh Profesor Chen Xiaodong, menemukan bahan barau yang sangat berlimpah, murah dan mudah didapatkan di alam.

Bahan tersebut adalah titanium dioksida, yang terdapat banyak sekali di dalam tanah. zat kimia ini juga mampu menyerap sinar ultra violet yang berbahaya.Dalam penelitiannya, titanium dioksida ini akan diubah menjadi ukuran nano, yang seribu kali lebih tipis dari diameter rambut manusia.

"Sangat penting, penemuan ini dapat mengurangi limbah beracun yang dihasilkan oleh baterai yang dibuang, baterai yang kami ciptakan bertahan sepuluh kali lebih lama dari baterai lithium-ion," ucap Profesor Chen yang kami kutip dari Mail Online.

Dalam pemuatan baterai ini, titanium dioksida akan dicampurkan dengan natrium hidroksida, yang diaduk di suhu tertentu, sehingga produsen baterai akan dengan mudah membuat gel, yang akan diaplikasikan kepada baterai. Baterai dari bahan inimenurut Profesor Chen, mampu bertahan hingga 10.000 siklus pengisian, yang bisa menghemat pengeluaran hingga Rp100 juta.

Selain itu, untuk pengisian hingga mencapai 70 persen, hanya membutuhkan waktu dua menit saja. Sungguh luar biasa. Namun Profesor Chen kini kesulitan untuk mengembangkan teknologi ini menjadi skala produksi, karena belum adanya investor. Dan ia berharap produsen mau membiayai produksi baterai ramah lingkungan dan tahan lama ini.

7 comments

This comment has been removed by the author.

Luar biasa penemuan nya semoga ada investor yg membiayai nya..

Balas

bakal kena cekal investor yang mau, karena ini akan berhadapan dengan para penguasa dan pengusaha perMinyakan yang mempunyai jaringan MAHA kuat dan besar.

Balas

Nanti lama-lama juga bakalan kewujud batre yg kayak gini, secara bukan hanya dari segi efisiensi batre yg super tetapi juga batre ini ramah lingkungan. Nah, kalo udah ramah lingkungan kan juga bakalan ramai tuh produsen-produsen kendaraan berbahan bakar elektrik dan akhirnya juga sama-sama menguntungkan, hehe.

Balas

bagus sekalii.. semoga cepat mendapatkan investor sehingga cepat produksi.. ��

Balas

dalam waktu dekat pasti akan terwujud batrey seperti ini para infestor pasti akan datang. yakin

Balas

Berkomentarlah yang baik dan membangun