Kini Remaja Mulai Tinggalkan Facebook

CEO Facebook, Mark Zuckerberg.
TEHNOgrafi - Facebook memiliki pengguna terbesar di dunia, sebagai jejaring sosial. Namun eksistensi Facebook kini mulai diserang oleh beragam sosial media lainnya, seperti Twitter, Instagram, Pinterest, dan lain-lain.

Tak ayal, hal ini membuat Facebook harus senantiasa berbenah, dan mengikuti tren yang sedang marak. Namun bagi remaja, Facebook kini mulai ditinggalkan, dan mereka beralih ke sosial media lainnya yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh investor perbankan, Piper Jaffray menemukan bahwa, 9 dari 10 remaja menggunakan sosial media. Dan dari data tersebut, pengguna Facebook menurun pada musim semi, yang awalnya sekitar 72 persen, kini tinggal 45 persen yang menggunakan Facebook.

Sementara, dalam sebuah chart menunjukkan, jika pengguna Instagram justru naik, yang semula sekitar 69 persen menjadi 76 persen, sedangkan pengguna Twitter turun dari 63 persen ke 59 persen.

Chart pengguna media sosial di Amerika oleh remaja.
Dalam penelitianitu terungkap, jika tren perubahan penggunaan jejaring sosial ini berubah sejak enam bulan terakhir. Penelitian ini berdasarkan sampel sebanyak 7.200 remaja di Amerika yang setiap harinya menggunakan media sosial, untuk berbagi dan memberikan informasi.

Belum ada keterangan resmi dari facebook mengenai hal ini. Dan diperkirakan, mereka akan mencari strategi untuk menarik kembali minat remaja untuk menggunakan Facebook.

Mail online

7 comments

mampir web kami juga ya,,,,
http://www.istanamadumurni.web.id/

Balas

mampir web ane yaa mas, zonedriverprinter.blogspot.com

Balas

Thanks atas informasinya.... mantab

Balas

Bukan kah mark tetap kaya walaupun Instagram no.1 ?
Dia telah mengakusisi Instagram seharga $1 Billion :D

Mampir gan di blog kecil ane ADAM JR

Balas

ah, aku masih pakai fb kok, meski punya akun di media sosial lainnya juga sihhh .. .

Balas
This comment has been removed by the author.

kenapa ya pada tertrik ke instagram?

Balas

Berkomentarlah yang baik dan membangun