Dua Pertiga Aplikasi Kencan Digunakan Pria

Aplikasi dalam smartphone.
TEHNOgrafi - Era teknologi saat ini membuat aktivitas kita tidak bisa jauh dari berbagai gadget, seperti smartphone, tablet atau laptop. Terutama di kota-kota besar, yang membutuhkan informasi yang serba cepat.

Salah satu gadget yang paling banyak dan sering digunakan adalah smartphone. Baik pria maupun wanita saat ini hampir sebagian besar memilikinya. Dan kita bisa memasang beragam aplikasi, yang disediakan oleh berbagai vendor.

Salah satu aplikasi yang cukup banyak dipasang adalah perpesanan, contohnya WhatsApp, Line, Tinder dan banyak lagi. Namun bagi mereka yang jomblo, tentu aplikasi-aplikasi ini sangat berguna, untuk menghindari kesepaian.

Tetapi tahukah Anda, jika ada aplikasi kencan online, yang juga tidak kalah banyak digunakan. Aplikasi kencan berbasis lokasi, seperti Tinder dan League, memiliki total pengguna gabungan lebih dari 91 juta.

Dalam sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa, hampir dua pertiga dari pengguna aplikasi ini adalah pria, dan satu dari lima pria akan membayar untuk layanan premium.

Rata-rata umur penggunanya mulai dari 16-34 tahun, yang merupakan 70 persen dari total pengguna yang tersegmentasi.

Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset yang berbasis di London GlobalWebIndex, juga menemukan bahwa, enam persen dari pengguna web saat ini menggunakan aplikasi kencan berbasis lokasi.

Tahun lalu, sebuah studi serupa oleh Pew Research Center menemukan bahwa, pria lebih aktif pada aplikasi kencan dan situs yang diakses dari desktop.

Penelitian ini menemukan bahwa 13 persen dari laki-laki Amerika Serikat telah menggunakan aplikasi kencan, dibandingkan dengan wanita yang hanya sembilan persen.

Menurut Tinder, pengguna akan masuk ke aplikasi rata-rata 11 kali dalam sehari.

Wanita menghabiskan sebanyak 8,5 menit menggeserkan tangannya ke kiri dan kanan selama satu sesi, sedangkan laki-laki hanya menghabiskan waktu 7,2 menit.

Perusahaan ini mengklaim memiliki 40 juta pengguna, mengikuti di belakang aplikasi kencan dari Cina, Momo, yang diklaim memiliki 60 juta pengguna aktif.

Pemain berkembang lainnya adalah Bumble dan Hinge. Bumble adalah aplikasi kencan yang menekankan keselamatan, dan menempatkan perempuan dalam kontrol.

Hinge, sementara ini, menggunakan link pengguna atas dasar dua faktor; kedekatan, seperti Tinder, dan sosial 'teman dari teman "koneksi, dengan menggunakan data dari Facebook.

Menurut perusahaan, 99 persen dari para penggunanya berpendidikan tinggi, yang bekerja dalam industri seperti perbankan, media dan fashion.

Laporan GlobalWebIndex juga menemukan bahwa, aplikasi kencan berbasis lokasi mendapatkan popularitas di negara seperti Filipina, Thailand, Brasil, Meksiko, India, Uni Emirat Arab, Turki dan Vietnam.

Negara-negara ini, menurut GlobalWebIndex, sekarang memiliki lebih dari 10 persen dari pengguna internet, yang menggunakan aplikasi kencan berbasis lokasi. Bagaimana dengan Anda? Apakah menggunakan aplikasi kencan online ini?
 

sumber

No comments

Berkomentarlah yang baik dan membangun