Hentikan Kecanduan Internet, Remaja Ini Rela Potong Tangan

Remaja Tiongkok.
TEHNOgrafi - Internet sepertinya kini sudah menjadi kebutuhan pokok. Hampir semua orang yang memiliki akses ke dunia internet, tidak akan jauh untuk melihat apa yang sedang terjadi, atau sekedar iseng melihat-lihat kegiatan teman lainnya di dunia maya.

Terlebih, kini jejaring sosial sangat banyak dan beragam. Terutama di kalangan remaja, yang snagat mudah sekali untuk diajak menggunakan sosial media dan sibuk dengan dunianya tersebut. Namun hal itu tentu akan menjadi candu tersendiri, yang sulit dihilangkan.

Tetapi, seorang remaja asal Tiongkok ini rela melakukan hal yang bodoh, dan terpaksa lakukan perawatan intensif, setelah ia mencoba untuk menyembuhkan kecanduan internet itu dengan cara yang ekstrem, yaitu memotong tangannya sendiri.

Pria berumur 19 tahun yang berasal dari Nantong, Provinsi Jiangsu, memotong tangannya menggunakan pisau dapur. Dan ia menggunakan tangan kanannya untuk memotong tangan kirinya tersebut.

Remaja yang hanya diketahui nama terakhir Wang, keluar dari rumah, untuk menghindari keluarganya yang selalu memperingatkannya untuk segera berhenti dari kegiatannya di dunia maya, namun hal yang mengejutkan terjadi. Ia duduk di bangku taman dan memotong tangannya tersebut.

"Kami tidak menerima apa yang telah terjadi. Itu benar-benar menyedihkan. Dia adalah seorang anak yang cerdas," kata ibunya yang dikutip The Telegraph.

Sebagai bukti gambar bangku yang berlumuran darah, di mana remaja diduga melakukan pemotongan tangannya, disiarkan oleh televisi lokal.

Dan dokter telah memasang kembali tangan anak tersebut, tetapi tidak diketahui apakah tangan tersebut bisa kembali pulih sepenuhnya atau tidak.

Di Tiongkok sendiri, kecanduan internet di kalangan remaja telah menjadi masalah serius, diperkiraan ada lebih 24 anak dianggap menjadi 'pecandu web'.

Penelitian yang dipublikasikan pada bulan Desember tahun lalu menemukan bahwa, 7,1 persen dari populasi di Asia kecanduan internet.

Untuk itu, pemerintah Tiongkok memperkenalkan undang-undang yang mengharuskan pembuat games untuk mengembangkan teknik yang akan membatasi waktu bermain game, terutama untuk anak di bawah umur.

Lebih dari 250 gaya militer kamp boot telah dibentuk di seluruh Tiongkok, untuk mengatasi kecanduan internet anak di bawah 18 tahun.

Bulan lalu, Taiwan, mengesahkan undang-undang yang melarang orang tua membiarkan anak-anak menggunakan perangkat elektronik seperti iPad, televisi dan smartphone.

Orang tua yang membiarkan anak-anaknya untuk bermain dengan gadget, akan menghadapi denda sampai £1.000 atau Rp20 juta.

Sementara di Taiwan, anak di bawah umur 18 tahun tidak diizinkan untuk 'terus menggunakan produk elektronik untuk jangka waktu yang tidak wajar,' meskipun 'jangka waktu yang wajar' belum ditetapkan.

Undang-undang baru memperlihatkan bahwa, iPad, smartphone dan televisi sekarang terdaftar di samping rokok dan alkohol, sebagai barang yang harus dibatasi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menemukan bahwa, anak yang lahir hari ini akan menghabiskan satu tahun penuh menatap layar (tablet, komputer, TV) pada saat mereka mencapai usia tujuh tahun.

Bagaimana dengan Anda? Rela membiarkan anak-anak dengan gadgetnya? Masa depan anak ada di tangan orangtua.

sumber

No comments

Berkomentarlah yang baik dan membangun