Friday, May 22, 2015

Headphone Ini Bisa Deteksi Kerusakan Otak

Headphone untuk mengukur tekanan cairan otak. Foto
TEHNOgrafi - Headphone biasanya digunakan saat kita akan mendengarkan musik, melalui gadget yang kita miliki. Karena hampir semua gadget, bisa menjadi pemutar musik, yang menjadi kesuakaan kita.

Namun kini, para dokter telah mengembangkan tes tekanan otak menggunakan satu set headphone khusus, yang dapat mendeteksi cedera atau infeksi di kepala yang dapat mengancam jiwa seseorang.

Teknik ini cuup mudah, pasien hanya memakai headphone dengan plug yang dimasukkan ke dalam telinga, lalu dihubungkan ke sebuah komputer. Lalu bagaimana caranya, jika ada sesuatu di dalam kepala kita yang membahayakan jiwa?

Dokter akan mengukur tekanan cairan dalam tengkorak, sebagai indikatornya--yang dikenal sebagai tekanan intrakranial (ICP)--tanpa perlu melakukan prosedur operasi yang menyakitkan.

Perangkat ini, sedang digunakan dan diujicobakan di salah satu Rumah Sakit Umum di Southampton.

Secara khusus, tes tekanan akan mengukur cairan melalui saluran yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.

Cairan di telinga dan otak yang terhubung, mengakibatkan perubahan tekanan dalam otak yang bisa terdeteksi.

Perubahan ICP terjadi ketika otak membengkak sebagai akibat dari cedera atau infeksi dan mencegah aliran darah, mengambil oksigen otak yang dibutuhkan untuk membuatnya tetap berfungsi.

Saat ini, cara mengukur tekanan di dalam otak hanya dapat diukur dengan pengeboran lubang melalui tengkorak, untuk menanamkan alat tekanan ke otak di pungsi lumbal, di mana sampel cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang dihilangkan menggunakan jarum.

Dengan menggunakan headphone dalam diagnosis, maka kondisi seperti meningitis dan trauma kepala luka, serta pemantauan dan pengelolaan pasien koma bisa dilakukan dengan mudah.

Analisis ini juga disebut tekanan fluida otak dan koklea (CCFP) analyzer, yang diadaptasi oleh NASA untuk menganalisis tingkat tekanan otak para astronot untuk membantu mengatasi masalah visual, yang berhubungan dengan ruang dan penyakit.

Dan dokter mengatakan, hal itu bisa juga digunakan untuk membedakan antara cedera kepala dan gangguan stres pasca trauma tentara yang kembali dari zona tempur.

"Kita tahu bahwa tekanan tinggi dalam tengkorak akibat luka dan infeksi bisa berakibat fatal, sehingga sangat penting terdeteksi sedini mungkin untuk menghindari kondisi buruk," jelas Dr Robert Marchbanks, ilmuwan klinis konsultan.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang baik dan membangun