Unik, Logam Ini Bisa Mengapung di Atas Air

Logam yang bisa mengapung. Foto
TEHNOgrafi - Mungkin siapapun akan tahu, jika sebuah logam yang dimasukkan ke dalam air akan tenggelam. Hal ini karena berat jenis logam lebih berat dari pada berat jenis air. Sehingga tidak mungkin sebuah logam atau benda padat apapun juga akan mengapung.

Maka tidak heran, seberapapun kuatnya sebuah kapal yang dibangun, bisa tenggelam ke dasar lautan. Contohnya Titanic, yang banyak sekali pada saat itu orang menduga, jika kapal besar itu tidak mungkin tenggelam.

Tapi seiring perkembangan teknologi, para peneliti kini telah menunjukkan logam jenis baru, bahkan dapat mengapung di atas air. Lalu apa yang membuat logam jenis baru tersebut bisa mengapung, dan tidak tenggelam?

Bahan baru yang digunakan cukup radikal, yang disebut logam komposit matriks, yang dikembangkan oleh US Army. Sebuah perahu yang terbuat dari komposit ringan ini, dipastikan tidak akan tenggelam meskipun strukturnya mengalami kerusakan.

Bahan baru ini juga dijanjikan akan meningkatkan ekonomi di dunia otomotif, karena jika mobil menggunakan bahan ini akan lebih ringan dan tahan panas, yang membuat pemakaian bahan bakar minyak berkurang.

Meskipun busa sintaksis telah ada selama bertahun-tahun, ini adalah pengembangan pertama dari matriks logam ringan yang menggunakan busa sintaksis.

Logam magnesium alloy matriks komposit ini diperkuat dengan partikel silikon karbida berongga, dan memiliki kepadatan hanya 0,92 gram per sentimeter kubik dibandingkan dengan 1,0 g / cc air.

Logam ini tidak hanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari air, itu cukup kuat untuk menahannya dari tenggelam.

Upaya yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, telah fokus pada pengembangan komposit matriks polimer ringan, untuk mengganti komponen berbasis logam berat dalam mobil dan kapal laut.

Teknologi untuk komposit baru ini bisa dimasukkan ke dalam prototipe, untuk menguji ketahanannya dalam waktu tiga tahun.

Kendaraan amfibi seperti Ultra Heavy-lift Amphibious Connector (UHAC) yang dikembangkan oleh Korps Marinir AS, bisa mendapatkan keuntungan dari logam ringan dengan daya apung tinggi ini. Dan busa sintaksis yang dibuat oleh DST dan NYU membuatnya lebih ringan dari busa biasa, tetapi mempunyai kekuatan besar.

Bahkan dalam percobaannya, logam yang dibuat menyerupai sebuah bola, dapat menahan tekanan lebih dari 25.000 pound per square inch (PSI) sebelum pecah dan hancur.

Komposit baru ini bisa diaplikasikan untuk dijadikan lantai perahu, suku cadang kendaraan bermotor, dan modul daya apung serta kendaraan lapis baja.

No comments

Berkomentarlah yang baik dan membangun