Thursday, July 23, 2015

5 Cara Smartphone 'Hancurkan' Otak Anak

Otak rusak akibat smartphone. Foto
TEHNOgrafi - Teknologi modern seperti televisi dan komputer, memang telah memberikan keuntungan terutama dalam dunia pendidikan. Keduanya akan memberikan akses yang lebih besar kepada informasi, dan presentasi yang lebih menarik.

Tetapi setelah kemunculan gadget, terutama smartphone semuanya berubah. Televisi dan komputer kini mulai ditinggalkan, dan banyak anak-anak yang memulai belajar dan mencari informasi dari smartphone yang selalu digenggamnya.

Namun tentunya, setiap teknologi selain memberikan manfaat, juga memberikan dampak yang buruk, jika tidak diikuti dengan pengawasan dari orangtua. Apalagi anak-anak dapat dengan mudah terhubung ke internet, yang bisa mencari informasi apapun juga tanpa batas.

Gadget terutama smartphone juga menyajikan berbagai macam masalah, yang dapat mengganggu kemampuan dan kesehatan anak-anak secara keseluruhan. Apa saja itu? Baca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut:

1. Menghabiskan waktu di layar yang panjang dapat menyebabkan Emotional Quotient (EQ) rendah pada anak-anak

Hal ini sangat berbahaya, terutama selama tiga tahun pertama dalam kehidupan seorang anak. Asosiasi dokter anak di Amerika tidak merekomendasikan kepada anak sebelum usia dua tahun, untuk menggenggam smartphone, termasuk menonton televisi secara teratur.

Anak akan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan nyata, jika mereka sering menatap layar. Mereka akan lebih fokus kepada layar terutama smartphone, daripada memperhatikan satu sama lain.

2. Kesulitan berbicara

Anak-anak di bawah umur 2 tahun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak mempu memahami apa yang ada di layar. AAP mengatakan bahwa, balita di bawah usia dua tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memahami apa yang tertera di dalam layar. Sehingga mereka akan mengalami kesulitan untuk berbicara, terutama antara orang tua dan anak. Survei yang dilakukan oleh Common Sense Media mengungkapkan bahwa, 38 persen dari anak-anak di bawah 2 tahun telah menggunakan gadget seperti smartphone atau tablet, bahkan sebelum mereka bisa berbicara atau berjalan.

3. Kurang aktif bermain

Saat ini anak-anak di bawah usia 12 menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, daripada bermain di luar. John Ratey, seorang dokter di Harvard, menjelaskan dalam bukunya, bahwa keuntungan dari bermain di luar membuat anak menjadi sehat secara fisik dan nyaman secara sosial. Bahkan 10 menit aktivitas fisik, dapat mengubah cara dan fungsi otak.

4. Kesehatan berkurang

Penggunaan terus-menerus dari gadget berteknologi tinggi, dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak dan orangtua. Layar back-lit yang digunakan untuk komputer dan smartphone juga dapat menyebabkan masalah mata. Apalagi saat berjalan sambil mendengarkan musik yang menggelegar langsung ke telinga, menyebabkan sakit kepala dan kesulitan pendengaran. Bahkan sosial media bisa membuat anak-anak mudah stres.

5. Anak-anak menderita penyakit mental

Proyek PEACH, yang dilakukan kepada lebih dari 1.000 anak-anak antara usia 10 dan 11 tahun, menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar smartphone akan menderita kesulitan psikologis. Ini termasuk depresi, kecemasan, kurangnya perhatian dan perilaku anak sering bermasalah.

Anak-anak harus berinteraksi dengan orangtua atau pengasuh dari sebagian besar waktu mereka. Anak-anak dirancang untuk belajar berinteraksi dengan manusia lainnya, daripada belajar dari layar. Ketika anak Anda menatap layar, keterampilan verbal mereka, pengembangan emosional, dan perhatian dapat berkurang secara tajam. Oleh karena itu, metode tradisional dalam belajar harus selalu dilaksanakan.

Share:

23 comments:

  1. Waduh .. Mulai dari sekarang saa herus pintar-pintarnya mengalihkan perhatian adik saya ke handphonenya nih ..
    Terima kasih infonya

    ReplyDelete
  2. Astaghfirullah semoga tidak terjadi kepada anak kita dan saudara-saudara kita ;)

    ReplyDelete
  3. susah emang skrg jamannya gadget. anak yg cerdas pasti mau tau apa aja. terutama yg dilakukan org tuanya. gmn mau ngelarang klo ortunya jg pegang gadget terus :v

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. jauhkan apa orangtuanya masih pegang gadget gitu.

      Delete
  5. kalo sudah begini apa solusinya nya ya,

    ReplyDelete
  6. dulu kalau ada tugas dari guru harus mencari buku zaman sekarang tinggal klik langsung dapet tapi hasilnya....???????

    ReplyDelete
  7. sELAMATKAN gENERASI kITA dARI bAHAYA iNI, kURANGI dAN bILA mUNGKIN lARANG aNAK-aNAK kECIL pEGANG gADGET.

    ReplyDelete
  8. Sepertinya isi artikel menggambarkan pengaruh gadget terhadap perkembangan/pertumbuhan perilaku anak...bukan fisik otaknya...masf kalo saya kurang teliti bacanya

    ReplyDelete
  9. Saya memiliki 3 anak yg masih berusia 6,5 tahun, 5 tahun dan 2,5 tahun. Ketiganya selalu berebut memegang tablet. Saya mengijinkan hanya utk sekedar mengenal tablet selama 15 menit maksimal 2x sehari. Saya menerapkan aplikasi Kakatu yg akan otomatis terkunci jika waktu habis. Tablet jg tidak saya isi dg banyak game dan aplikasi. Hanya beberapa aplikasi penting terkait pekerjaan dan 2 buah game. Selebihnya, saya dorong anak2 utk bermain diluar rumah dan bertemu teman2nya. Selain itu, saya dan suami jg saling mengingatkan komitmen agar tdk selalu memegang gadget saat bersama anak. Smoga mereka tdk menjadi generasi yg bergantung pada gadget.

    ReplyDelete
  10. selama diimbangi dengan aktifitas fisik yang cukup akan meminimalkan kemungkinan buruk gadget

    ReplyDelete
  11. para orang tua hrs lebih waspada dalam menghadapi tantangan zaman era modern. harus lebih kepo lagi deh....gpp disebut kepo tapi keluarga selamat dari ancaman pngaruh negatif.

    ReplyDelete
  12. Gk jg kok.gy mn kt'a ja cr mensiasati & mnggunakan'a

    ReplyDelete
  13. Udah gak mungkin hari gini menghindar dari smartphone, anak TK aja sekarang udah jago main hp, kalah kita.
    harga dan spesifikasi handphone terbaru

    ReplyDelete
  14. Ya...dari bada Bawa Qur,an....mendingan bwa Smart phone ....inilahdegredasi Akhlaq danMoral Muslimsemakinhancur....

    ReplyDelete
  15. Sebenarnya bagaimana orang tua mengarahkan-nya, sebaiknya install game yang mendidik dan merangsang iQ otak pada anak dan install surah juzz yang 30 agar anak mau menghafalkan surah yg pendek" sesuai yg diajarkan disekolahan, taks infonya ga, ijin share ya...ehmm berbagi kebaikan

    ReplyDelete
  16. Anakku yg berusia 4 tahun sudah tahu huruf hijaiyyah, angka, dan abjad, karena belajar dari smartphone. Bahkan dia sudah bisa menulis namanya sendiri dan mengeja nama adiknya. Sengaja hp saya isi dg beberapa game edukasi, tp waktu penggunaannya saya batasi agar tidak ketergantungan dan tetap saya arahkan untuk main di luar kalau ada temannya

    ReplyDelete

Berkomentarlah yang baik dan membangun