Sunday, September 6, 2015

Wifi 'Panggang' Otak dan Buat Kita Sakit?

Ilustrasi jaringan wifi.
TEHNOgrafi - Hidup di zaman modern saat ini, kita tidak akan terlepas dari teknologi. Apalagi teknologi gadget seperti smartphone dan tablet, yang setiap hari harus tersambung ke internet dan membutuhkan koneksi jaringan, baik langsung lewat simcard atau wifi.

Namun banyak yang berpendapat, jika koneksi jaringan terutama wifi bisa merusak kesehatan kita, terutama otak dan bisa memanggangnya. Benarkah demikian? Kita juga dianjurkan untuk menghindari penggunaan smartphone maupun tablet saat menjelang tidur, agar kesehatan kita tetap terjaga.

Seperti kisah Martine Richard yang mengaku tidak sehat. Bahkan gangguan kesehatannya ini sampai dibawa ke pengadilan Perancis, dan mereka memutuskan bahwa ia harus menerima tunjangan kesehatan sebesar Rp9 juta per bulan, akibat jaringan wifi yang kian meluas.

Bahkan, begitu sakitnya dia harus berhenti bekerja sebagai produser radio dan pindah ke gudang di pedesaan yang jauh dari modernitas.

Tapi keputusan pengadilan ini kontroversial, karena penyakit Martine tidak diakui oleh ilmu kedokteran. Dia mengatakan bahwa, selama bertahun-tahun ia telah menderita pusing, sakit kepala dan mual akibat sinyal elektromagnetik yang mengganggu otaknya. Singkatnya, dia alergi terhadap wifi.

Keyakinan bahwa perangkat listrik menyebabkan masalah kesehatan, adalah jauh lebih umum daripada yang Anda kira. Hal ini disebut hipersensitivitas elektromagnetik (EHS). Penderita biasanya mengklaim gejala yang dapat dipicu oleh hotspot wifi, komputer dan ponsel.

Hanya ada satu masalah. Puluhan penelitian yang telah dilakukan kepada orang-orang yang mengaku sensitif terhadap medan elektromagnetik, hasilnya selalu sama: mereka pikir mereka sensitif, tetapi tidak.

Ketika penderita diberitahu mereka sedang terkena medan elektromagnetik, mereka mengakui mengalami beberapa gejala. Tapi ketika dilakukan pemeriksaan, membuktikan mereka tidak benar-benar sensitif sama sekali.

Noel Edmonds mengumumkan bahwa 'electrosmog' lebih bermasalah daripada Ebola atau AIDS. Wifi menurut Noel akan 'menghancurkan medan elektromagnetik alami kita sendiri'. Untuk tetap sehat, ia menyarankan delapan menit sehari berbaring di tikar listrik yoga untuk mengatur ulang elektromagnetisme dalam tubuh secara alami.

Kejadian ini sama ketika listrik pertama kali diperkenalkan, ada laporan dari pemilik rumah merasa pingsan dan pegawai menolak untuk menyentuh saklar lampu karena takut bisa membuat mereka sakit. Keprihatinan serupa muncul ketika radio menjadi luas, orang-orang khawatir akan gelombang radio yang melewati tubuh mereka dan menyebabkan berbagai penyakit.

Beberapa psikolog berpendapat bahwa, mereka yang mengaku alergi terhadap wifi mirip dengan pertapa dari zaman kuno yang tidak mampu mengatasi tekanan sosial dari kehidupan modern.

Dengan tidak adanya bukti bahwa hipersensitivitas elektromagnetik ada, itu pasti dianggap sebagai kondisi psikologis. Ini jatuh ke dalam kategori gangguan somatoform--gejala fisik dengan penyebab psikologis yang mendasarinya.

Jadi tidak benar jika wifi akan memanggang otak kita, dan menyebabkan berbagai penyakit. Namun perilaku Anda menggunakan alat modern seperti smartphone dan tablet perlu dibatasi, agar tubuh tetap sehat. Lakukan juga latihan rutin, yang akan membuat tubuh Anda sehat.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang baik dan membangun