Tuesday, October 6, 2015

Berkirim Pesan Bikin Otak Gadis Remaja Tumpul

Gadis remaja berkirim pesan. Foto
TEHNOgrafi - Smartphone kini sudah menjadi bagian kehidupan kita. Banyak yang enggan meninggalkannya, meskipun saat mandi sekalipun. Apalagi saat beraktivitas sehari-hari, smartphone selalu menemani kita.

Tetapi ada bahaya di balik 'kecanduan' akan smartphone ini. Terutama bagi remaja wanita yang statusnya masih menjadi pelajar. Hal ini berdasarkan penelitian terbaru, akan fungsi smartphone terhadap pelajar.

Smartphone yang sering digunakan untuk berkirim pesan, ternyata dapat mempengaruhi nilai akademik terutama gadis remaja, jika dibandingkan nilai akademik anak laki-laki. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Para peneliti menemukan bahwa, gadis remaja menggunakan pesan teks tidak seperti anak laki-laki, mereka menggunakan untuk berinteraksi dengan teman-teman dan memelihara hubungan baik, sementara anak laki-laki menggunakannya sekedar menyampaikan informasi dasar.

Para ilmuwan menemukan bahwa perempuan menjadi lebih kompulsif dalam perilaku, sehingga pesan teks bisa mengganggu kinerja mereka di sekolah, sehingga menghasilkan nilai akademik yang buruk.

Dr Kelly Lister-Landman dari Delaware County Community College mengatakan: "Tampaknya bahwa, itu adalah dampak kompulsif dari pesan teks. SMS Kompulsif lebih kompleks daripada frekuensi SMS."

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa, remaja mengirim dan menerima rata-rata 167 pesan teks per hari dan teksting menjadi metode yang disukai untuk komunikasi mereka.

Penelitian juga menunjukkan bahwa, 60 persen dari remaja menggunakan pesan teks setiap hari, sementara hanya di bawah 2/5 yang menggunakan ponsel mereka untuk panggilan suara.

Studi baru ini adalah yang pertama kali dilakukan, untuk mengidentifikasi SMS kompulsif secara signifikan terkait dengan nilai akademis yang buruk.

Para ilmuwan menganalisa perilaku 211 anak perempuan dan 192 anak laki-laki di kelas delapan, dari 11 sekolah yang berbeda di Midwest Amerika.

Para ahli kini sedang memantau, apakah mereka mencoba untuk menyembunyikan perilaku saat berkirim pesan, di antara faktor-faktor lainnya.

Sebuah penelitian yang lebih besar diperlukan terhadap remaja, untuk mengeksplorasi motivasi mereka saat berkirim pesan, serta dampaknya multitasking pada kinerja akademik.

Studi ini dipublikasikan oleh American Psychological Association.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah yang baik dan membangun